Kemarin Dina cerita pengalaman menarik. Dapat tawaran kerja dengan gaji 8 juta, tapi dia butuh minimal 11 juta buat hidup di Jakarta. Gap-nya lumayan besar, kan? Yang bikin kesel, dia udah interview berkali-kali dan merasa cocok sama perusahaannya.
Kebanyakan dari kita pasti langsung kepikiran nego ke angka 9-10 juta sebagai 'jalan tengah'. Logikanya, kalau minta terlalu tinggi takut ditolak mentah-mentah. Tapi ternyata cara ini justru yang bikin kita rugi.

Kenapa Nego ke Angka Tengah Sering Gagal
Masalahnya simpel: kalau kita langsung kasih angka kompromi, HR juga bakal nego turun lagi dari situ. Misalnya kita minta 9,5 juta, mereka mungkin counteroffer 8,5 juta. Ujung-ujungnya kita dapat lebih rendah dari yang sebenarnya bisa didapat.
Plus, angka pembuka yang terlalu 'aman' justru nggak ngasih ruang gerak yang cukup. HR jadi nggak tau seberapa tinggi ekspektasi kita yang sebenarnya.

Cara yang Dipakai Dina
Dina pakai cara yang beda. Dia tetap sebut angka 11 juta, tapi dengan kemasan yang lebih halus. Bukan langsung "saya mau gaji 11 juta", tapi diawali dengan apresiasi dulu, baru kasih konteks kenapa butuh angka segitu.
Terus yang paling penting, setelah sebut angka, dia diam. Nggak langsung tambahin penjelasan atau justifikasi lagi. Biarkan HR yang ngomong duluan.

Percakapan Nyata
Ini kurang lebih percakapan yang terjadi:
Dina: Terima kasih atas tawarannya. Saya sangat tertarik dengan posisi ini dan yakin bisa berkontribusi maksimal. Terkait gaji, berdasarkan pengalaman saya dan standar hidup di Jakarta, saya mengharapkan 11 juta per bulan.
HR: Wah, itu cukup tinggi dari anggaran awal kami...
Dina: (diam, menunggu)
HR: Hmm, bagaimana kalau kita coba 9,5 juta dulu? Nanti setelah masa probation bisa kita evaluasi lagi.
Dina: Saya paham posisi perusahaan. Apakah ada fleksibilitas lain yang bisa kita diskusikan? Misalnya tunjangan transportasi atau kesehatan yang lebih baik?
HR: Oh iya, kita memang punya tunjangan BPJS Kesehatan kelas 1 dan tunjangan makan 500 ribu per bulan. Plus ada bonus performance tiap kuartal.

Dina: Itu menarik. Jadi total package-nya sekitar 10,5 juta ya kalau dihitung semuanya?
HR: Kurang lebih begitu, belum termasuk bonus.
Dina: Saya rasa itu bisa kita diskusikan lebih lanjut. Bisakah saya minta waktu sehari untuk pertimbangkan?

Kenapa Cara Ini Berhasil
Ada beberapa hal yang bikin cara Dina efektif. Pertama, dia tetap sebut angka target asli, jadi HR paham ekspektasi sebenarnya. Kedua, setelah sebut angka, dia diam dan biarkan HR yang ngusulin jalan tengah sendiri - ini bikin HR merasa punya kontrol dalam negosiasi.
Yang ketiga, pas HR counteroffer, dia nggak langsung nerima atau nolak. Malah nanya soal tunjangan lain, yang akhirnya nambah nilai total package. Smart move banget.

Ujung-ujungnya Dina dapat gaji pokok 9,5 juta plus tunjangan yang kalau ditotal mendekati target awalnya. Yang penting, dia nggak keliatan terlalu agresif tapi tetap dapat hasil yang memuaskan.
Mau latihan nego gaji sebelum interview beneran? Coba roleplay dengan AI di workara.id/nego - bisa simulasi berbagai skenario sampai kamu siap hadapi situasi nyata.