Raka baru aja selesai presentasi untuk proyek redesign website. Kliennya tertarik, dan giliran dia sebut harga: "Untuk proyek ini, biayanya 25 juta." Terus langsung aja dia nambah, "Soalnya ini meliputi riset pengguna, desain UI/UX yang responsive, coding dari nol, plus testing di berbagai perangkat. Tim saya juga berpengalaman 5 tahun di bidang ini..."
Kliennya malah potong obrolan: "Wah, mahal ya. Anggaran kami cuma 15 juta."

Familiar dengan situasi ini? Raka tanpa sadar udah ngasih sinyal bahwa dia nggak yakin sama angka yang dia tawarkan. Begitu dia langsung ngejelasin panjang lebar, kliennya jadi tahu kalau masih ada ruang untuk nawar ke bawah.
Kenapa Cara Ini Sering Gagal
Kebanyakan dari kita punya kebiasaan buruk: begitu sebut angka, langsung panik karena hening sebentar. Jadinya kita buru-buru jelasin kenapa angka itu masuk akal. Padahal, justru itu yang bikin kita keliatan nggak percaya diri.
Lawan nego jadi berpikir, "Kalau dia yakin sama harganya, kenapa harus jelasin segala macam?" Mereka langsung tahu ada celah untuk minta diskon atau nawar lebih rendah lagi.

Cara yang Lebih Ampuh
Tekniknya sederhana: sebut angka, terus diam. Biarkan hening selama 3-5 detik. Jangan isi kesunyian itu dengan penjelasan apapun. Biarkan lawan nego yang bicara duluan.
Kenapa harus 3-5 detik? Karena itu cukup untuk bikin mereka ngerasain "beban" angka yang kamu sebutin, tapi nggak terlalu lama sampai suasana jadi canggung.
Yang penting: tatap mata mereka dengan tenang. Jangan gelisah, jangan senyum gugup. Tunjukin kalau kamu yakin banget sama angka itu.

Percakapan Nyata
Coba bandingkan kalau Raka pakai teknik ini:
Raka: "Untuk proyek ini, biayanya 25 juta."
[Diam 4 detik, tatap mata klien dengan tenang]
Klien: "Hmm... 25 juta ya... Sebenarnya anggaran kami sekitar 20 juta. Bisa nggak?"
Raka: "Saya paham posisi Bapak. Dengan anggaran 20 juta, kita bisa sesuaikan lingkup kerjanya. Mungkin kita fokus ke fitur utama dulu?"
Klien: "Oh begitu... Kalau tetap semua fitur gimana?"
Raka: "Kalau semua fitur yang Bapak mau, memang 25 juta. Tapi saya bisa cicil pembayarannya jadi 3 tahap."
Klien: "Oke, sepertinya masuk akal. Mari kita bahas detailnya."

Kenapa Cara Ini Berhasil
Diam setelah sebut angka itu powerful karena manfaatin psikologi dasar manusia. Kita nggak suka keheningan, jadi cenderung mau ngisi kekosongan itu dengan bicara.
Kalau kamu yang bicara duluan setelah sebut angka, kamu yang keliatan nggak nyaman. Tapi kalau mereka yang bicara duluan, artinya mereka yang ngerasain tekanan dari angka kamu. Biasanya respons pertama mereka bakal ngasih tahu posisi asli mereka - entah itu bener-bener keberatan, atau cuma coba-coba nawar aja.
Plus, dengan diam dulu, kamu punya waktu buat baca reaksi mereka. Ekspresi wajah, bahasa tubuh, nada bicara - semua itu kasih petunjuk tentang seberapa fleksibel posisi mereka.

Mau latihan teknik ini dalam berbagai situasi negosiasi? Coba aja roleplay dengan AI di Workara - dari nego gaji, kontrak klien, sampai tawar-menawar dengan vendor.
