Filenya tidak diunggah ke mana-mana, tidak disimpan, dan tidak pernah menyentuh server kami.
Tidak ada pendaftaran, tidak ada batas jumlah file, tidak ada watermark di hasil.
Kamu punya PDF hasil scan atau foto dokumen, lalu sadar Ctrl+F tidak menemukan apa pun — karena bagi komputer, halaman itu cuma gambar. OCR membaca gambar tersebut dan menyisipkan lapisan teks tak terlihat di atasnya, sehingga isinya bisa dicari, disalin, dan dibaca ulang tanpa mengubah tampilan aslinya sedikit pun.
Workara menjalankan seluruh proses di dalam browser kamu. Untuk dokumen kantor, kontrak, atau berkas yang tidak boleh keluar dari perangkat, ini bedanya nyata.
Kebanyakan layanan OCR online bekerja dengan mengirim file kamu ke server mereka, memprosesnya di sana, lalu mengirim hasilnya kembali. Selama beberapa saat, dokumen kamu ada di komputer orang lain — dan kamu hanya bisa percaya pada kebijakan privasi mereka.
Workara memakai pendekatan berbeda. Mesin OCR-nya sendiri yang dimuat ke browser kamu, lalu bekerja secara lokal. Kalau kamu buka tab Network di DevTools saat memproses file, kamu tidak akan melihat satu pun permintaan keluar yang membawa isi dokumen.
Efek sampingnya: setelah halaman dimuat, kamu bahkan bisa memutus koneksi internet dan prosesnya tetap jalan.
Tidak semua orang punya scanner. Memotret dokumen dengan HP jauh lebih cepat, tapi hasilnya punya masalah yang tidak dimiliki hasil scan: bayangan, sudut miring, fokus yang meleset, dan pencahayaan yang tidak rata di seluruh halaman.
Sebelum dibaca, gambar kamu dibersihkan dulu secara otomatis — noise dikurangi dan kontras antara tinta dan kertas dipertajam. Pada foto yang buram atau kurang cahaya, langkah ini menaikkan akurasi secara besar. Kamu tidak perlu mengatur apa pun; ini berjalan sendiri.
Yang paling menentukan hasil tetap kualitas fotonya. Tiga hal yang paling berpengaruh:
Kalau hasilnya kurang memuaskan, memotret ulang dengan cahaya yang lebih baik hampir selalu lebih efektif daripada mencoba proses ulang foto yang sama.
Ada jenis PDF yang membingungkan hampir semua tool OCR: halaman yang teksnya bisa dipilih, tapi isi yang kamu butuhkan justru tidak. Katalog suku cadang, laporan lama, dan dokumen teknis sering begini — kop surat, nomor halaman, dan catatan hukumnya berupa teks asli, sementara tabel dan angka di tengahnya berupa gambar hasil scan yang ditempel.
Tool yang sekadar mengecek "halaman ini ada teksnya atau tidak" akan menyimpulkan halaman itu sudah beres, lalu melewatinya. Kamu mengunduh hasilnya, mencoba Ctrl+F, dan tetap tidak ketemu.
Workara memeriksa dua hal sekaligus: ada tidaknya teks, dan seberapa besar bagian halaman yang benar-benar tertutup teks itu. Halaman dengan teks yang cuma menempati sepetak kecil di pojok tetap diproses, karena kemungkinan besar isi utamanya masih berupa gambar.
Kalau ternyata masih ada halaman yang terlewat, tersedia tombol OCR paksa untuk memproses ulang tanpa pengecekan. Halaman yang memang sudah berupa teks asli sebaiknya tidak dipaksa, karena hasilnya bisa jadi teks bertumpuk.
Ya. Model bahasa Indonesia dimuat secara penuh, bukan bergantung pada model bahasa Inggris yang menebak. Dokumen campuran Indonesia–Inggris juga terbaca.
Untuk hasil scan yang bersih dan lurus, akurasinya sangat tinggi. Untuk foto dari kamera HP, hasilnya bergantung pada kualitas fotonya — pencahayaan yang tidak rata masih jadi kelemahan terbesar. Tipsnya ada di bagian OCR dari foto HP di atas.
Tidak. OCR ini dirancang untuk teks cetak. Tulisan tangan, tanda tangan, dan font dekoratif yang tidak lazim di luar jangkauannya.
Tidak sama sekali. Teks hasil OCR disisipkan sebagai lapisan tak terlihat tepat di posisi kata aslinya. Yang kamu lihat tetap gambar asli; yang dibaca mesin pencari dan Ctrl+F adalah lapisan di bawahnya.
Halaman yang sudah berupa teks asli otomatis dilewati supaya tidak bertumpuk. Untuk dokumen campuran — sebagian teks, sebagian gambar — lihat bagian dokumen yang sudah ada sebagian teksnya di atas.
Sekitar beberapa detik per halaman, tergantung kecepatan perangkat kamu. Karena prosesnya lokal, laptop yang lebih kencang berarti hasil yang lebih cepat. Dokumen puluhan halaman sebaiknya diproses saat kamu tidak buru-buru.
Tidak ada batas dari sisi kami. Yang membatasi adalah memori browser kamu sendiri, karena semuanya diproses di perangkat.
Gratis dan tanpa akun. Workara punya tool berbayar lain untuk analisa isi dokumen, tapi OCR ini tidak dikunci di baliknya.